Masyarakat di Merauke Deklarasi Anti-Aibon

Advertisement

Masyarakat di Merauke Deklarasi Anti-Aibon

Admin
Thursday, 18 January 2018



Berita Papua - Merauke- Masyarakan yang tergabung dalam Forum Peduli Penyalahgunaan Lem (FPPL) menyerukan kepada masyarakat maupun pemerintah ikut ambil bagian dalam upaya penanganan dan memberikan perhatian kepada anak penyalahguna lem (baca-Aibon).

Deklarasikan anti penggunaan lem berlansung di depan kantor DPRD Merauke pada  Rabu (17/01). Gerakan ini disambut oleh Ketua DPRD Merauke, F.X Sirfefa, dan dilanjutkan dengan pembagian ratusan lembar stiker di Lingkaran Brawijaya (Libra).

Wakil Ketua FPPL, Ana Manuze mengatakan, anak yang salah menggunakan lem, butuh perhatian dan pendampingan yang baik. Selain dari lingkungkan keluarga, tidak kalah penting semua lapisan masyarakat ikut peduli.

“Mereka hanyalah korban dan bukan pelaku kejahatan, sehingga harus terus dirangkul dan mendapat perhatian,” katanya kepada wartawan, Rabu (17/1).

Menurutnya, masalah penyalahgunaan lem, perlu diatasi sejak kini, sehingga dapat menekan dampak negatif yang ditimbulkan.

“Mereka menjadi tanggung jawab bersama, kalau tidak ditangani dari sekarang, dampaknya dapat dirasakan banyak pihak. Sehingga semua orang perlu dan sekarang harus bergandengan tangan untuk mengatasi persoalan ini,” ucapnya.

Fransiskus Sirfefa mengapresiasi aksi sosial dan kepedulian FPPL yang terdiri dari berbagai komponen. Pihaknya mengaku ikut mendukung langkah FPPL, dan mengajak semua komponen untuk lebih peduli dengan generasi penerus bangsa.

FPPL telah melakukan berbagai program untuk penanganan, pendampingan dan edukasi terhadap anak penyalahguna lem. Kegiatan itu di antaranya bina iman anak, pemeriksaan kesehatan anak, dapur umum hingga mengadakan pelatihan home industry untuk para ibu dari anak penyalahguna lem. (Nuryani/Arjuna)