Carstenszoon dan Puncak Jaya

Advertisement

Carstenszoon dan Puncak Jaya

Admin
Wednesday, 29 August 2018

PAPUA, beritapapua.net - Pada tahun 1623 Jan Carstenszoon ditugaskan oleh Dutch East India Company (VOC) untuk memimpin ekspedisi ke pantai selatan New Guinea dan sekitarnya untuk menelusuri laporan mengenai terlihatnya daratan di wilayah selatan pada saat penjelajahan arung samudera yang dilakukan oleh Willem Janszoon dari atas geladak kapal Duyfken.

panoramik Puncak Carstensz Pyramid tahun 1973 diambil dari sisi barat, tampak areal salju yang menyusut dibanding sebelumnya.(Foto; Dok.BP)


Dengan menggunakan dua kapal yaitu Pera dan Arnhem, Carstensz bertolak dari Ambon menuju arah timur mencapai pantai selatan dari pulau New Guinea dan terus menyusurinya kearah selatan (sekarang, sampai melewati pantai Merauke), dimana kemudian Ia terhalang oleh semenanjung Cape York yang membuatnya memutar haluan kembali mengarah ke barat (saat itu Ia belum menyadari adanya selat Torres yang memisahkan daratan New Guinea dengan benua Australia); dalam perjalanannya di teluk besar ini Ia sempat berlabuh di muara sebuah sungai (belakangan diketahui sebagai bagian sisi utara dari benua Australia); teluk tersebut kemudian Ia namai Carpentaria Gulf, untuk menghormati gubernur jenderal Dutch East Indies yang berkedudukan di Batavia saat itu, Pieter de Carpentier).

Dalam perjalanan inilah, saat Carstensz menelusuri pantai selatan New Guinea, dari atas kapal Ia melihat adanya tudung salju dikejauhan daratan diantara bentangan jajaran pegunungan (oleh karenanya nama lokal dari Pegunungan Sudirman dan Pegunungan Jayawijaya disebut Maoke Mountains yang artinya pegunungan bertudung salju). Kesaksiannya mengejutkan Eropa, oleh karena pengetahuan kala itu belum pernah membuktikan keberadaan gunung bersalju di wilayah katulistiwa (pulau New Guinea berada 4 derajat di selatan garis katulistiwa).

Penaklukan Carstensz Pyramid (Puncak Jaya) :

Carstensz Pyramid adalah puncak tertinggi di kawasan Oceania, Australasia, New Guinea, dan Indonesia. Puncak cadas ini merupakan "gunung pulau" (Island Mountain) tertinggi di dunia. Ketinggian Carstensz Pyramid membuatnya masuk kedalam "Seven Summits", bersama :


  • Everest, Himalaya, India (8848 m)
  • Aconcagua, Andes, Amerika Selatan (6961 m)
  • Denali, Alaska, Amerika Utara (6194 m)
  • Kilimanjaro, Afrika (5895 m)
  • Elbrus, Caucasus, Rusia (5642 m).
  • Mont Blanc, Alpens, Eropa (4810 m)


1936 Royal Netherlands Geographical Society yang dipimpin oleh Antonie Hendrikus Colijnto berhasil mencapai puncak bersalju Ngga Pulu (Puncak Sumantri), disangka sebagai puncak tertinggi kala itu.

1962 Pendaki berkebangsaan Austria, Heinrich Hatner berhasil meraih puncak salju tertinggi Carstensz Pyramid untuk pertamakalinya.

1973 Pendaki Austria memastikan ketinggian Carstensz Pyramid 4884 meter menggunakan penanda lampu sonar (beacon).

Geologi. Jajaran pegunungan yang terbentuk menyerupai tulang punggung dari pulau New Guinea merupakan peristiwa tabrakan geologi antara lempeng Australia melawan lempeng Pacific. Cadas yang terungkit oleh tabrakan kedua lempeng tersebut merupakan bebatuan kuna kulit bumi (middle Miocene Limestone), yang terungkit dari dasar laut, mengandung fosil coral dan cangkang mollusca yang telah terbentuk 5 -23 juta tahun yang lalu. Seperti halnya Pegunungan Himalaya, jajaran punggung pegunungan New Guinea dengan puncak tertingginya Carstensz Pyramid juga akan terus-menerus mengalami peninggian dalam rentang waktu yang panjang mengikuti setiap gempa tektonik yang sering terjadi di wilayah ini.

Foto satelit NASA memperlihatkan Puncak Carstensz Pyramid yang berjarak 6 km dari Open-pit Grasberg Tambang Freeport; tampak pula kota Tembagapura, Kuala Kencana, dan Timika.