Rusuh di Jayapura, 1 ditembak Polisi

Advertisement

Rusuh di Jayapura, 1 ditembak Polisi

Admin
Wednesday, 29 August 2018

JAYAPURA, beritapapua.net - Ikatan Mahasiwa Lanny Jaya di Jayapura bersama Persekutuan Gereja Baptis Papua, (PGGBP) menuntut Polres Kota Jayapura segera dapat membebaskan 15 mahasiwa aktif kuliah yang ditahan di Mapolres. 

Ketua Himpunan Mahasiwa Pelajar Lanny Jaya, (HMPLJ) Jayapura Iron Wanimbo bersama mahasiwa Lani Jaya saat memberikan keterangan Pers di Asrama Mahasiswa Lanny Jaya Perumanas II, Selasa, (28/8). (FOTO : Noel/Cepos)

Saksi Irius Yigibalom mahasiswa Stiper Jayapura mengatakan kejadian bermula saat satu mahasiswa Lanny Jaya saat hendak pulang, tempat dipertigaan CNI Permnas II, ada dua orang pelaku tak dikenal, mereka lakukan pemalangan dan pengancaman dengan alat tajam. Karena takut, Irius meninggalkan motor setelah itu melaporkan apa yang dialaminya kepada mahasiwa lain di asrama di belakang PLTD. Mahasiswa lalu mencari pelaku.

Saat mahasiswa turun ke jalan, mereka berhasil mendapat satu orang pelaku yang mengabil motor, selajutnya massa melakukan pemukulan terhadap pelaku tersebut. Akibatnya, pelaku babak belur dan sementara dirawat di RS Bayangkara.

Massa yang membawa pelaku ke lokasi motor disembunyikan, namun ada juga kelompok lain muncul dari pihak pelaku, sehingga terjadilah saling serang. Dua orang dari pihak pelaku melarikan diri masuk ke pos Polisi Perumanas III, massa pada saat itu meminta pelaku pencurian dikeluarkan, namun polisi tetap melakukan perlindungan terhadap dua pelaku tersebut. Terjadi adu mulut cukup sengit, antara massa dan anggota polisi. Tak lama kemudian, datangnya tambahan anggota polisi ke Pos Polisi. Keributan itu dihalau oleh aparat. Ada terjadi tembakan, dan seorang mahasiswa dikabarkan terkena tembakan. Massa lalu membubarkan diri.

Ketua Humpunan Mahasiwa Pelajar Lanny Jaya, (HMPLJ) di Jayapura Iron Wanimbo menilai, tindakan polisi tidak professional dalam menangani masalah tersebut.

“Kami nilai polisi sangat tidak professional. Mereka tidak tanya baik masalahnya, tetapi mereka langsung tanya kami dengan nada kasar dan mereka langsung datang dengan tambahan anggota lagi ingin tangkap kami, sehingga kami berusah menyelamatkan diri. Kami tidak salah, karean kami hanya meminta pelaku pemalangan harus dikeluarkan karena sudah memalang salah satu mahasiswa kami,” ujarnya

Dirinya mengharapkan mereka yang ditahan harus dikeluarkan. 

” Sempat ada keributan dan kita tunggu selama satu jam disana, tetapi dari aparat tidak tanya persoalanya, kita malah mau ditangkap. Karena panic, maka kami lari dan salah satu mahasiswa kami tertembak di lengan kanan dan tiga belas orang di tahan, dua orang yang hendak pulang juga diamakan jadi semua 15 orang,” jelasnya.

Iron Wanimbo meminta agar mahasiwa maka harus dikeluarkan dan janga ditahan.” Karena mereka bukan pencuri tetapi mereka mencari kebenaran sehingga jika penahanan ini dilanjutkan berarti polisi tidak berpihak kepada yang benar,” tegasnya.

Yang disesalkan, kelompok pelaku dilindungi dan massa yang membela kebenaran justru disalahkan, bahkan ada yang tertembak. Lalu dari mereka yang justru ditahan, padahal mereka bukan biang keributan.

”Kami minta 15 mahasiwa kami tidak tidak ditahan karena mereka tidak salah. Mereka ini mahasiswa aktif, jadi kita minta Kapolda dan Kapolres keluarkan mereka,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Se Tanah Papua, Pendeta Dr. Socrates Sofyan Yoman MA, secara tegas menyayangkan pihak kepolisian karena melakukan tindak yang tidak bermartabat dengan penembakan kepada mahasiwa, yang adalah warga jemaat Baptis.

“Mareka ini mahasiswa dan tidak ada alasan melakukan penahanan kecuali ada kesalahan baru boleh ditahan, jadi harus dibebaskan dan polisi tidak boleh mengunakan cara yang tidak bermartabat seperti itu. Cek dulu dan tanya dulu apa awal masalahnya, atau jangan sampai ini skenario polisi sendiri? saya minta anak – anak saya itu di bebaskan,” tegasnya.

Sementara itu anggota MRP Aman Yikwa meminta agar polisi harus adil dalam mengungkap pelaku pemalangan motor mahasiswa Lanny Jaya tersebut. 

 “Kami minta supaya polisi berlaku adil. Pelaku yang tahan motor itu harus segera ditemukan karena sudah jelas dia niatnya pencuri. Kami minta harus ungkap itu dan beri keadilan. Sementara untuk 15 anak kami segera dikeluarkan dan sementara untuk kerusakan TV dan kipas angin di pos polisi akan kami ganti,” tegas Aman.

Di tempat terpisah Kapolres Kota Jayapura AKBP Gustav R. Urbinas , SH., S.IK melalui pesan Whatsappnya kepada media ini mengatakan untuk mahasiwa yang ditahan sementara diperiksa di Mapolres.

Mereka sementra diperiksa terkait pengrusakan pos polisi di Perumnas III. 

“Proses hukum tetap jalan,”jelasnya.

Terkait penembakan, Kapolres menegaskan bahwa tindakan itu dilakukan mengingat massa sudah cukup brutal menyerang polisi. “Tembakan peringatan dan tembakan melumpuhkan menggunakan peluru karet perlu dilaksanakan, mengingat mereka (massa,red) sudah brutal menyerang polisi dan ingin menghakimi dua orang yang berlindung di kantor polisi,” paparnya.

Sementara itu disinggung terkait tuntutan dikeluarkan 15 mahasiswa yang ditahan, menurut Kapolres, semua tergantung pemeriksaan.”Tergantung hasil pemeriksaan nanti 1×24 jam,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua menyampaikan terkait hasil pembicaraanya dengan polisi.
New Info: Terkait belasan mahasiswa Lani Jaya yang di tangkap Polisi. Kata Kapolres Kota Jayapura: Kami belum tahan...
Dikirim oleh Laurenzus Kadepa LK pada Selasa, 28 Agustus 2018