Tambang Liar di Yahukimo, 6 Suku Buat Surat Terbuka ke Pemerintah

Advertisement

Tambang Liar di Yahukimo, 6 Suku Buat Surat Terbuka ke Pemerintah

Admin
Wednesday, 29 August 2018

Yahukimo, beritapapua.net,  Kegerahan masyarakat terhadap aktifitas tambang liar yang ada di Yahukimo. Gabungan dari 6 suku membuat pernyataan dengan menulis surat terbuka, berikut isinya;
---- SURAT TERBUKA ----

Kepada Yth:
PJS. Gubernur Provinsi Papua
Kapolda Provinsi Papua
Pangdam XVII Cenderawasih Papua
Di -
J A Y A P U R A


Dengan Hormat,
Sehubungan dengan maraknya aktivitas Penambangan Emas secara ilegal di wilayah suku UKAM dan Korowai Kabupaten Yahukimo. Maka dengan ini, kami menyampaikan bahwa meskipun PJS. Gubernur Papua telah menutup adanya aktivitas emas secara ilegal pada tanggal 10 Agustus 2018 di tanah merah - Boven Digoel untuk seluruh Papua. Tetapi di suku UKAM, Kabupaten Yahukimo masih beroperasi. Terbukti bahwa tepat tanggal 24 Agustus 2018 terdapat insiden "sita barang" masyarakat yang menuju lokasi penambangan.

Surat terbuka ini kami buat atas kekesalan kami terhadap sikap pelaku yang tidak mengindahkan pelarangan dengan pendekatan persuasif (memberikan surat larangan), aksi palang di bandara Nop Goliat, aksi tangkap pelaku, aksi demo damai dan aksi damai dengan jumlah masa yang besar pada senin, 20 Agustus 2018 di Kantor DPRD Kab. Yahukimo untuk bentuk Pansus untuk mengusut tuntas para pelaku.
Meskipun kini, DPRD Kabupaten Yahukimo sudah bentuk Pansus dan sedang melaksanakan kerja-kerja tim pansus bersama dengan Tim Penolakan dari Masyarakat suku UKAM. Tapi masih bersikeras para pelaku memobilisasi masa melalui jalan darat.
DATA BUKTI:
1. Parang penambang tidak memiliki izin.
2. Pembayaran terhadap pemilik dusun tidak sebanding dengan hasil yang di dapat (30 juta).
3. Tidak ada kesepakatan pembagian hasil
4. Harga barang dagangan terlalu tinggi di lokasi penambangan.
5. Sistem barter (transaksi) emas dengan perempuan dilakukan.
6. Ditemukan KONDOM dalam tas (24/8/2018)
7. Ditemukan Obat beracun memantikan manusia (24/8/2018)
8. Ditemukan pisau (24/8/2018)
9. Ditemukan parang sabit (24/8/2018)
10. Ditemukan cairan merkuri
11. Telah disita alat-alat dulang emas dan bahan makanan.






Lokasi penambangan emas secara ilegal merajalela di suku UKAM. Suku UKAM merupakan salah satu ikatan suku, yang terdiri atas:
1. Suku UNA (Bomela, Langda, dan Sumtamon)
2. Suku Kopkaka (Seradala)
3. Suku Arimtab (Awimbon)
4. Suku Mamkor (Korowai)
6. Suku Momuna (Samboga dan sekitarnya)
Sementara masih berjalan aktivitas penambangan emas secara ilegal di wilayah UKAM yang dilakukan oleh orang Non Papua maupun orang Papua yang BUKAN ASLI SUKU UKAM dalam jumlah yang besar. Meskipun sdh ada pelarangan oleh PJS. Gubernur Papua.
Saat ini, aktivitas penambangan emas secara ilegal merajalela di daerah ini dan kondisi sangat meresakan masyarakat. Termasuk pemberdayaan masyarakat asli tidak dilakukan. Hasil Sumber Daya Alam (SDA) sudah diambil secara liar tapi masyarakat masih hidup miskin dari segala aspek.
Kondisi ini kami merasa bahwa kami sedang dibodohi oleh para PENCURI kelas atas walau mengaku beroendidikan. Hukum seakan menjadi hiasan para elit dimata masyarakat UKAM.

Dengan demikian, kami Masyarakat suku UKAM memohon dengan sangat hormat agar PJS. Gubernur Papua, Kapolda Papua, Pangdam XVII Cenderawasih, DPR Papua, dan MRP segera TURUN ke Yahukimo dan membantu Tim Pansus DPRD Kabupaten Yahukimo dan Tim Penolakan Penambangan Emas secara Ilegal di Wilayah UKAM untuk menyelesaikan masalah ini segera dan dalam waktu dekat. Karena saat ini, Pemerintah Daerah Kab. Yahukimo dan Polres tidak efektif menyelesaikan persoalan kompleks ini.
Sehingga kami masyarakat suku UKAM menduga dan terdata bahwa ada keterlibatan oknum Politisi, oknum Polisi, oknum Brimob, oknum pimpinan (OPD) dalam aktivitas "Illegal Gold Mining" ini yang berjalan secara tersistematis dan terstruktur sehingga daerah mengalami kesulitan menghadapi permasalahan ini.
Apresiasi kami yang tinggi kepada DPRD Kabupaten Yahukimo yang sudah membentuk Pansus DPRD dan sedang bekerja.
Dapat kami sertakan bukti foto kejadian aksi sita barang yang dilakukan pada 24 Agustus 2018 dan bukti foto terbaru lokasi tambang emas secara ilegal di Mosomdua, Distrik Seradala Kabupaten Yahukimo yang lokasi penambangan tidak jauh dari jalan trans Dekai-Oksibil (foto: 25 Agustus 2018 oleh Tim Penolakan).

Demikian surat terbuka ini dibuat, atas dasar kekesalan masyarakat suku UKAM.

Dekai, 26 Agustus 2018
Penanggung Jawab SURAT TERBUKA
TTD
PANUEL MALING, ST
(Anggota Tim Penolakan Adanya aktivitas penambangan emas secara ilegal di wilayah suku UKAM)