Aparat Di Wamena Lakukan Interogasi Pencuri dengan Ular

Advertisement

Aparat Di Wamena Lakukan Interogasi Pencuri dengan Ular

Admin
Saturday, 9 February 2019

JAYAWIJAYA, beritapapua.net -  Sungguh luar dugaan dan perbuatan tidak terpuji, Polisi di Wamena melakukan interogasi menggunakan ular sebagai alat untuk menyiksa. Penyiksaan itu tersebar luas melalui video yang beredar di sosial media. Peristiwa penyiksaan ini turut membuat lembaga Kepolisian tercoreng.

Dalam video yang diunggah akun twitter @jayapuraupdate tampak seorang polisi mencecar terduga pelaku pencurian dengan pertanyaan sembari melilitkan ular di lehernya. Postingan tersebut ditanggapi dengan berbagai tanggapan, ada yang mendukung ada pula yang menyayangkan penyisaan tersebut. Salah satunya ditanggapi oleh akun @Tom_DorusR itu kesalahannya apa, sampe siksa nya model gitu, aparat perlu klarifikasi, klo tidak harus di tuntut..ada apa ini..??@DivHumas_Polri.

Atas perbuatan tidak terpuji tersebut, Aparat Kepolisian Daerah (Polda) Papua meminta maaf kepada masyarakat Jayawijaya karena anggota polisi melakukan interogasi terhadap seorang pencuri dengan meggunakan ular. 

Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol Jannus Siregar di Wamena, Jumat (8-2) kemarin mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait anggota yang melilitkan ular tidak berbisa pada tubuh seorang pencuri saat diinterotagasi.

Ular ini digunakan setelah beberapa lama si pencuri tidak mengaku.  Anggota polisi menggunakan ular dengan maksud mengetahui kejujuran yang disampaikan dan akhirnya si pencuri tersebut mengakui perbuatannya.

Sementara itu Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya mengatakan, masyarakat Jayawijaya sudah merasa jenuh dengan aktivitas pencurian dan mabuk-mabukan, oleh karena itu masyarakat mendukung polisi memberikan efek jera dengan ular.
"Ini sempat viral di media sosial, dibesar-besarkan di daerah lain. Disini masyarakat mendukung. Ular jinak, tidak berbisa, tidak menggigit dan setelah diberikan ular, pencuri itu mengakui perbuatannya," ujar Kapolres dilansir Cendrawasih Pos.

Kapolres menegaskan bahwa saat pemeriksaan dengan menggunakan ular adalah murni inisiatif anggota tersebut. Serta  tidak ada perilaku pemukulan saat mereka berhadapan dengan orang mabuk yang juga merupakan pencuri itu.