Usai Ditangkap JUT sempat dilarikan ke Rumah Sakit

Advertisement

Usai Ditangkap JUT sempat dilarikan ke Rumah Sakit

Admin
Friday, 1 March 2019

JAYAPURA, beritapapua.net - Jafar Umar Thalib (JUT) dan 6 orang pengikutnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengerusakan rumah warga di Koya Barat, Kota Jayapura yang terjadi Rabu (27/2). 

JUT bersama pengikutnya di Mapolda Papua.

Dalam keterangan persnya, Kamis (28/2) malam, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Kombes Pol Tony Harsono yang didampingi oleh Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal menyebutkan dalam hasil gelar perkara disebutkan 7 orang tersangka yakni berinisial JUT (58), AJU (20), S alias AY (42), AR (43), IJ (29), MM alias Z (31) dan AR alias A (20).

“Penetapan 7 tersangka setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi-saksi, serta gelar perkara. Dalam kasus ini masing-masing orang memiliki peranan masing-masing,” jelasnya, Kamis (28/2). 

Kata Toni, tersangka JUT (58) mempunyai peran memiliki dua buah samurai warna merah dan kuning yang selalu ditaruh di dalam mobil Triton miliknya. JUT diduga menghasut pengikutnya. Kemudian AJU (20) mempunyai peran membawa samurai warna kuning untuk memotong kabel dan sound di rumah korban; kemudian S alias AY (42) mempunyai peran membawa samurai warna merah untuk memotong kabel dan sound korban. “Tiga orang tersangka ini juga dikenakan UU darurat,” kata Toni.

Sementara 4 orang lainnya AR (43), IJ (29), MM alias Z (31) dan AR alias A (20) dikenakan pasal pengerusakan. 

Sajam JUT yang disita polisi.
Selain itu, seusai ditangkap JUT sempat dilarikan ke rumah sakit bersama penyidik direktorat kriminal umum Polda Papua lantaran kesehatan terganggu dalam proses pemeriksaan di Mapolda Papua.

“Tadi malam dalam proses pemeriksaan delapan orang saksi ada sedikit masalah, dimana Jafar Umar Talib dilarikan ke rumah sakit karena gangguan kesehatan mengingat yang bersangkutan sudah berumur,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Soermin saat ditemui di salah satu Hotel di Kota Jayapura, Kamis (28/2) pagi.