Miliki 9.000 Pil PCC, Anggota DPRD Kota Sorong Ditangkap

Advertisement

Miliki 9.000 Pil PCC, Anggota DPRD Kota Sorong Ditangkap

Admin
Friday, 21 June 2019

SORONG, beritapapua.net - Seorang anggota DPRD Kota Sorong, Hendrik Poltak Sitorus, yang juga terdakwa kasus kepemilikan 9.000 butir Pil PCC ditangkap di Homestay Pandawa, di kelurahan Kampung Baru Kota Sorong, Papua Barat. Keponakan terpidana kasus kepemilikan rekening gendut, Labora Sitorus, ini ditangkap saat bersembunyi di dalam gudang homestay miliknya. 

Hendrik Sitorus ditangakp saat bersembunyi dalam gudang homestay.
Selain Hendrik Sitorus, tiga karyawan Homestay Pandawa, juga ikut digiring ke Lembaga Pemasyarakaan (Lapas) Sorong. Mereka diduga sengaja menyembunyikan bosnya itu. Penangkapan Hemdrik berdasarkan putusan Mahkamah Agung yang menerima kasasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Sorong.

Satu jam lebih eksekutor dari Kejari Sorong memeriksa seluruh homestay, namun tidak menemukan Hendrik Sitorus. Akhirnya Hendrik pun berhasil ditemukan, setelah jaksa eksekutor mencurigai gudang yang dibiarkan tidak terkunci.

"Dia bersembunyi di sebuah gudang yang saya temukan di belakang pintu di tempat gudang yang banyak barang-barang. Terdakwa tidak melakukan perlawanan cuma terdakwa berusaha untuk bersembunyi atau berusaha untuk lari dari eksekusi," jelas jaksa eksekutor, Henrik Siahaan, Kamis sore (20/6), dikutip dari kumparan news.

Hendrik Sitorus dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut dipidana atas kasus kepemilikan 9.000 butir pil pcc dan sempat divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sorong pada 25 juni 2018.

Selain Hendrik, dua anak buahnya, Jefry Baliude dan Irmawati, juga ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan putusan Mahkamah Agung nomor 200k, PID.SUS 2019, tanggal 29 April 2019. Keduanya divonis 9 bulan penjara dan denda Rp 100 juta, subsider 1 bulan kurungan, karena melanggar pasal 196, undang-undang nomor 36 tahun 2009, tentang Kesehatan, junto pasal 55 KUHP.